Kamis, 21 April 2011

Goa Alam

Beberapa Legenda Goa Alam di Kawasan TWA Pangandaran diantaranya :

GUA KERAMAT ATAU GUA PARAT
Menurut cerita gua ini dahulunya merupakan untuk bertapa dan bersemedi oleh beberapa Pangeran dari Mesir yaitu Pengeran Kesepuluh (Syech Ahmad), Pangeran Kanoman (Syech Muhammad), Pangeran Maja Agung dan Pangeran Raja Sumende.

Pangeran Maja Agung mempunyai istri empat yang salah satu istrinya bernama Dewi Cimilar Putri Jin, mempunyai seorang Putri bernama Dewi Ranggasmara.

Pangeran Pangeran Batara Sumenda adalah kakak dari Pangeran Maja Agung. Pada suatu hari Pangeran Maja Agung memanggil kedua putranya Pangeran Ahmad dan Pangeran Muhammad untuk memberikan tugas untuk mengislamkan daerah Ciamis Selatan.

Pangeran Maja Agung percaya bahwa kedua anaknya dapat menjalankan tugasnya karena mereka mempunyai kesaktian dari sepuluh jimat yang disebut Konco Kaliman.

Adik tirinya yang bernama Dewi Ranggasmara pernah meracuni kedua kakaknya karena menginginkan jimat, akan tetapi perbuatannya segera diketahui. Sebagai pembalasannya kakaknya hendak memperkosa adiknya tetapi hal itu tidak sempat dilakukan karena sempat diketahui oleh penakawannya.

Pada hari yang telah ditentukan Pangeran Ahmad dan Muhammad pergi untuk menjalankan tugasnya akan tetapi Pangeran Maja Agung tidak mendapat berita tentang putranya. Kemudian mengutus kakaknya Pangeran Raja Sumenda untuk mencarinya.

Pangeran Raja Sumenda pergi sendirian dari Mesir, beliau mendengar suara yang memberitahukan bahwa kedua keponakannya ada dalam sebuah gua.

Setelah ketemu kemudian melapor kepada Raja Maja Agung, tidak lama kemudian beliau menyusul dan bersama-sama bersemedi di gua ini yang sekarang diberi nama Gua Keramat.
Didalam gua ini terdapat dua kuburan yang bukan sebenarnya, hanya sebagai tanda saja bahwa ditempat inilah syech Ahmad dan Muhamad menghilang (tilem).

GUA PANGGUNG
Menurut cerita yang berdiam di gua ini adalah Embah Jaga Lautan atau disebut pula Kiai Pancing Benar. Beliau merupakan anak angkat dari Dewi Loro Kidul dan ibunya menugaskan untuk menjaga lautan di daerah Jawa Barat pada khususnya dan menjaga pantai Indonesia pada umumnya oleh karena itu beliau disebut Embah Jaga Lautan

Sebenarnya Embah Jaga Lautan ini berasal dari Mesir yang ditugaskan untuk menyebarkan agama Islam. Beliau mempunyai isteri 7 orang yang setiap malam beliau bergiliran menengok salah satu ketujuh isterinya.
Ketujuh isterinya itu selalu bertengkar satu sama lain. Pada satu hari isterinya yang ketujuh tidak sempat ditengok karena beliau pergi memancing. Pancing yang digunakann tidak berbentuk melingkar akan tetapi lurus dan ikan yang didapatnya disebut ikan Topel karena ikan tersebut menempel pada pancingnya. Setelah beliau mempunyai ikan Tapel tersebut ketujuh isterinya kemudian rukun bersama, maka oleh karena itu beliau disebut juga Kiai Pancing Benar dan sampai sekarang masih banyak orang yang menangkap ikan tersebut karena masih percaya akan khasiatnya.

Disebut Panggung karena didalam gua ini terdapat tempat seperti panggung yang dipakai untuk sembahyang para wali atau orang-orang yang akan naik haji ke Mekkah.

GUA LANANG
Menurut cerita gua ini dulunya merupakan Keraton yang pertama Kerajaan Galuh, sedangkan Keraton yang kedua terdapat di Karang Kamulyaan Ciamis. Raja Galuh ini laki-laki (Lanang) yang sedang berkelana.




BATU KALDE atau SAPI GUMARANG
 Ditempat ini menurut cerita tinggal seorang sakti yang dapat menjelma menjadi seekor sapi yang gagah berani dan sakti.Sapi Gumarang adalah nakhoda kapal, pada suatu hari Sapi Gumarang ini diutus untuk membeli padi kedaerah Galuh, akan tetapi tidak berhasil sebab Raja Galuh tidak mengijinkan berhubungan persediaan padi untuk daerah itu sendiri belum mencukupi.Nakhoda kapal sangat marah mendengar hal itu kemudian dia mengutus Sapi Gumarang untuk merusak seluruh Galuh dan sekitarnya. Sapi Gumarang dapat menjalankan tugasnya dengan baik terbukti seluruh padi baik yang berada di lumbung dan disawah terkena hama. Raja Galuh sangat terkejut dengan keadaan ini dan beliau yakinhal ini pasti dilakukan oleh utusan Nakhoda, kemudian beliau menyusun putra angkatnya Sulanjana untuk mencari Sapi Gumarang dan harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dan akan membantu Kerajaan Galuh apabila terserang hama.

Taman Wisata Alam Pangandaran

 Taman Wisata Alam Pangandaran
Kawasan Taman Wisata Alam Pangandaran memiliki objek dan Daya Tarik Wisata yang cukup bervariasi , yang dapat mengakomodasi berbagai keinginan wisatawan  . Potensi ODTWA yang ada diantaranya :   

  • Pantai Pasir Putih Timur dan Barat ( merupakan hamparan terumbu karang  yang ditumbuhi oleh biota laut sebagai sarana bagi Pendidikan dan penelitian Biota Laut serta kegiatan menyelam ataupun Snorkelling)
  • Hutan Pantai dengan formasi Baringtonia merupakan hamparan hutan pantai yang didominasi oleh tumbuhan jenis Butun (Baringtonia asiatica) , Nyamplung (Callophylum innophylum), Pandan Laut (Pandanus tectorius), Waru Laut (Hibiscus tilliceus).
  • Vegetasi Pes-Caprae (merupakan formasi vegetasi yang khas pada pesisir/pantai berpasir yang didominasi oleh tumbuhan Kangkung laut ( Ipomoea pescaprae).
  • Hutan Tanaman Jati dan Mahoni (wisatawan bisa mengamati/mengobservasi mengenali jenis tumbuhan Jati dan Mahoni  ).
  • Hutan Dataran Rendah (wisatawan dapat mengamati kondisi hutan dataran rendah yang didominasi oleh jenis tumbuhan alam mulai tumbuhan bawah hingga pepohonan, epiphyta dan parasit )
  • FAUNA (seperti Kera(Macacca fascicularis) , Lutung (Trachipytecus auratus sondaicus), Landak (Hystrix bracyura), Trenggiling (Manis javanica), Rusa (Cervus timorensis, Kancil (Tragulus javanicus),Burung Kangkareng (Anthracoceros convexus), Ayam Hutan (Gallus.g.varius),Burung Tulumtumpuk (Megalaema javensis), Tando (Cynocephalus variegatus), Ular Sanca (Phyton molurus)
  • Goa Alam ( Selain memiliki nilai historis/Legenda juga memiliki nilai ilmiah untuk dipelajari oleh kalangan pendidikan diantaranya Bagaimana proses terbetuknya Stalaktit dan Stalagmit serta ornamen Goa lainnya . )
  • Goa Jepang (Selain memiliki nilai Hystoris, wisatawan bisa melihat langsung keadaan Goa Jepang tersebut dengan dibantu para pemandu wisata)
  • Situs Budaya Batu Kalde ( Situs Budaya ini merupakan peninggalan Budaya Hindu )

Aktivitas/kegiatan wisata yang dapat dilakukan diantaranya :

  •  Recreation , Sight seeing dan Refreshing ( melihat keindahan pemandangan alam )
  • Pendidikan & Penelitian ( observasi lingkungan alam baik flora , fauna , terumbu karang , maupun gejala fisik terbentuknya Goa Alam , Situs Budaya Batu Kalde dan Situs sejarah Goa Jepang)
  • Trekking ( Kegiatan Penjelajahan hutan dan pantai hingga ke Goa Alam dan Goa Jepang serta melihat situs Budaya Batu Kalde )
  • Outdoor Activity / FLYING FOX. ( Kegiatan dialam bebas dengan berbagai tujuan mulai sekedar Refreshing hingga tujuan tertentu melalui kegiatan Outbond )
  • Wisata Menginap saat ini( didalam kawasan bisa dilayani dengan fasilitas Pondok Wisata milik BKSDA, yang menarik bisa mengamati aktivitas satwa yang aktif dimalam hari / Nocturnal animals).

Senin, 18 April 2011

Taman Wisata Alam

Taman Wisata Alam Pananjung

Cagar Alam dan Taman Wisata Pananjung merupakan obyek wisata yang tak akan pernah dilewatkan oleh siapa pun yang berkunjung ke Pangandaran. Bisa dikatakan, inilah jantung kota wisata ini. Terletak di sebuah daratan yang menonjol ke laut, diapit oleh dua pantai (Pantai Barat dan Pantai Timur) yang hanya terpisah seratus meter, membuat lokasinya sangat unik. Begitu kamu masuk ke Pangandaran, kamu akan masuk pintu gerbang yang akan membawamu lurus ke pantai. Dari sana, hutan cagar alam akan langsung tampak olehmu. Kamu tak akan kesulitan menemukan tempat ini begitu sampai di Pangandaran.

Dua Pantai

Taman Wisata Pananjung bisa dimasuki melalui dua pintu. Pintu pertama di Pantai Barat. Pantai ini sangat hiruk-pikuk, merupakan tempat kebanyakan pelancong tumpah-ruah. Pantainya memang sangat nyaman untuk berenang, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa. Maka jangan heran jika Pantai Barat dipenuhi oleh persewaan ban pelampung dan body board, bahkan papan surf. Di sepanjang pantai ini juga bisa kamu jumpai banyak penginapan, yang mahal maupun murah, dan tentu saja toko-toko souvenir. Kamu juga bisa masuk ke Taman Wisata Pananjung melalui Pantai Timur. Pantai ini awalnya merupakan pelabuhan nelayan (direncanakan pelabuhan akan pindah beberapa kilometer lebih ke timur). Meksipun tak sehiruk-pikuk Pantai Barat, pantai ini juga menjadi tempat favorit bagi kamu yang suka berburu seafood. Di Pantai ini juga berderet penginapan keluarga dan toko-toko souvenir. Pantai Timur jarang direnangi, karena ombaknya yang tenang dan lautnya yang dalam. Tapi tersedia banana boat bagi yang suka tantangan!

Ada Apa di Taman Wisata

Ada banyak obyek menarik di dalam Taman Wisata Pananjung, yang merupakan bagian dari cagar alam. Binatang-binatang liar dengan mudah kamu temui. Rusa menjangan kadang-kadang mencari makan di antara pelancong yang lalu lalang. Demikian juga banteng, tak jarang turun dan menyapa kamu. Dan kamu juga bisa menyapa monyet serta lutung yang bergelantungan di dahan-dahan pohon. Di dalam Taman Wisata terdapat banyak gua alam maupun gua buatan. Gua alam merupakan hasil dari proses alami, sementara gua buatan, lebih sering disebut sebagai Gua Jepang, merupakan peninggalan Perang Dunia II. Seperti diketahui, Jepang pernah merencanakan tempat itu sebagai benteng pertahanan mereka, menganggap Sekutu akan datang dari laut selatan. Dugaan mereka salah, Sekutu datang dari utara. Sebagai hasilnya, gua-gua pertahanan itu masih terpelihara dengan baik sampai sekarang. Kunjungi pula Mata Air Rengganis, yang konon memiliki khasiat awet muda bagi siapa pun yang mandi di sana. Juga Batu Kalde. Juga terdapat puing-puing bekas peninggalan kerajaan Pananjung, Galuh, bagi yang tertarik obyek wisata masa lalu.

Cagar Alam

Cagar Alam Pananjung merupakan wilayah konservasi alam. Sejarah Cagar Alam mundur sejak tahun 1922, ketika Residen Priangan Y. Everen menjadikan lokasi berupa tanjung itu sebagai taman dengan melepaskan seekor banteng, tiga ekor sapi betina dan beberapa ekor rusa. Karena keanekaragaman hayatinya, pada tahun 1934, status tempat itu ditingkatkan menjadi suaka margasatwa dengan luas 530 Ha. Pada tahun 1961, di bawah pemerintahan Republik Indonesia, statusnya ditingkatkan kembali menjadi cagar alam setelah ditemukannya Raflesia padma. Tahun 1978, sebagian dari cagar alam sebesar 37,7 Ha dijadikan sebagai Taman Wisata, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat atas tempat wisata dan hiburan. Baru pada tahun 1990, luas Cagar Alam ditambah 470 Ha hingga menjadi 1000 Ha, meliputi Taman Laut dan wilayah perairan yang mengelilinginya. Pelancong umum tidak diperkenankan untuk memasuki wilayah Cagar Alam (hanya wilayah Taman Wisata yang bisa diakses), demi menjaga kelestarian alam di sana. Tapi hutan hijau dan pegunungan Cagar Alam bisa dinikmati dengan menyewa perahu dan mengelilingi hutan Cagar Alam dari Pantai Barat ke Pantai Timur.

Sejarah Kawasan Taman Wisata Alam Pangandaran

Pananjung Pangandaran adalah semenanjung kecil yang terletak di pantai selatan Kabupaten Ciamis, di wilayah pariwisata Pangandaran.

Menurut sejarah pembentukannya, diduga Pananjung dulu merupakan sebuah pulau kecil, yang kemudian terhubung dengan daratan Pulau Jawa akibat proses sedimentasi pasir. Pananjung sekarang berstatus sebagai cagar alam. Dari tempat ini orang dapat menyaksikan keindahan terbit dan terbenamnya matahari.
Pananjung adalah istilah orang penduduk lokal sebutan lain dari Pangandaran. Letak panajung membentuk teluk dan diapit pantai barat & pantai timur, diujung selatan ada cagar alam yang menghadap ke pantai laut lepas. terletak di daerah perbatasan prov JATENG & prov JABAR. Masuk wilayah Kab Ciamis JABAR
Dari Pantai Barat Pangandaran, melihat ke samping kiri terhampar pantai pasir putih sementara di belakangnya terlihat kawasan Cagar Alam Pananjung sebagai kawasan konservasi flora dan fauna. Kita dapat naik perahu ke seberang sana atau memutar melalui jalan darat masuk ke cagar alam terlebih dahulu. 

Mengambil jalan laut untuk menuju Pantai Pasir Putih. kita dapat melihat perahu-perahu yang membawa pengunjung mendarat di pantai indah ini.ke dalam kawasan konservasi Cagar Alam Pananjung. Konon kawasan seluas 530 hektar ini memiliki kekayaan bunga Raflesia Padma, Banteng, Rusa dan berbagai jenis Kera. Masuk ke dalam kawasan ini, dapat merasakan berada di dalam hutan yang masih cukup alami

Di dalam kawasan konservasi, menjumpai banyak kera di jalan dan di pohon. sampai bagian ujung yaitu dekat dengan Gua Jepang. di sekitar gua sangat ramai pengunjung dan pedagang yang menjajakan barang-barang seni kerajinan hasil pantai

Objek wisata ini merupakan satu-satunya objek wisata hutan yang ada di Pangandaran, Kabupaten Ciamis. Keadaan topografi sebagian besar landai dan di beberapa tempat terdapat tonjolan bukit kapur yang terjal.
TWA Pangandaran memiliki kekayaan sumber daya hayati berupa flora dan fauna serta keindahan alam. Hutan sekunder yang berumur 50-60 tahun dengan jenis dominan antara lain laban, kisegel, merong , dan sebagainya. Juga terdapat beberapa jenis pohon peninggalan hutan primer seperti pohpohan kondang, dan benda . Hutan pantai hanya terdapat di bagian timur dan barat kawasan, ditumbuhi pohon formasi Barringtonia, seperti butun, ketapang.


Dengan berbagai ragam flora, kawasan TWA Pangandaran merupakan habitat yang cocok bagi kehidupan satwa-satwa liar, antara lain tando, monyet ekor panjang , lutung , kalong , banteng, rusa, dan landak. Sedangkan jenis burung antara lain burung cangehgar, tlungtumpuk, cipeuw , dan jogjog. Jenis reptilia adalah biawak , tokek, dan beberapa jenis ular, antara lain ular pucuk.

Banyaknya flora dan fauna yang berkembang biak di sana merupakan daya tarik tersendiri. Tidak heran jika TWA Pangadaran tidak pernah sepi dari kunjungan para wisatawan. Selain itu, TWA ini mempunyai berbagai daya tarik lainnya, seperti Batu Kalde, salah satu peninggalan sejarah zaman Hindu. Selain itu, banyak terdapat gua alam dan gua buatan seperti Gua Panggung, Gua Parat, Gua Lanang, Gua Sumur Mudal, dan gua-gua peninggalan Jepang.

Daya tarik lainnya yang berada di TWA, baik yang berada di kawasan cagar alam darat maupun cagar alam laut, adalah Batu Layar, Cirengganis, Pantai Pasirputih di kawasan cagar alam laut. Lalu, padang pengembalaan Cikamal, yang merupakan areal padang rumput dan semak seluas 20 ha sebagai habitat banteng dan rusa. Air terjun yang berada di kawasan cagar alam bagian selatan, dapat ditempuh dengan jalan kaki selama 2 jam melalui jalan setapak.

Sejarah kawasan
Pada tahun 1922, seorang Belanda bernama Eyken membeli tanah pertanian di pananjung Pangandaran, kemudian memindahkan penduduk yang tinggal di daerah yang sekarang menjadi taman wisata alam. Selanjutnya daerah tersebut dikelola sebagai daerah perburuan pada tahun 1931.

Pada tahun 1934, daerah tersebut diresmikan menjadi sebuah wildreservaat . Tetapi dengan ditemukannya jenis-jenis tumbuhan penting, termasuk Raflesia patma pada tahun 1961, membuat statusnya diubah menjadi cagar alam, dengan , karena adanya potensi yang dapat mendukung pengembangan pariwisata alam, sebagian wilayah cagar alam yang berbatasan dengan areal permukiman statusnya diubah menjadi taman wisata alam.
Tahun 1990 dikukuhkan pula kawasan perairan di sekitar cagar alam laut (470 ha), sehingga luas kawasan perairan di sekitar Pangandaran seluruhnya menjadi 1.500 ha.


TWA Pangandaran mempunyai banyak legenda, seperti legenda Gua Parat. Gua ini dulu tempat bertapa dan bersemedi beberapa pangeran dari Mesir, yaitu Pangeran Kesepuluh (Syekh Ahmad), Pangeran Kanoman (Syekh Muhammad), Pangeran Maja Agung, dan Pangeran Raja Sumenda. Di dalam gua ini terdapat dua kuburan sebagai tanda bahwa di tempat inilah Syekh Ahmad dan Muhamad menghilang (tilem).

Gua Panggung
Menurut cerita, yang berdiam digua ini adalah Embah Jaga Lautan atau disebut pula Kiai Pancing . Beliau merupakan anak angkat dari Dewi Loro Kidul dan ibunya menugaskan untuk menjaga lautan di daerah Jabar dan menjaga pantai Indonesia pada umumnya. Oleh karena itu, beliau disebut Embah Jaga Lautan.

Gua Lanang
Gua ini dulunya merupakan keraton pertama Kerajaan Galuh. Sedangkan keraton yang kedua terdapat di Karang Kamulyan Ciamis. Raja Galuh adalah laki-laki (lanang) yang sedang berkelana.

Batu Kalde atau Sapi Gumarang
Di tempat ini, menurut cerita, tinggal seorang sakti yang dapat menjelma menjadi seekor sapi yang gagah berani dan sakti. Sapi Gumarang adalah nakhoda kapal.

Cirengganis
Cerita ini berawal dari adanya sebuah pemandian berupa sungai kepunyaan seorang raja bernama Raja Mantri. Pada suatu hari, Raja Mantri pergi untuk melihat-lihat pemandiannya.
 Kebetulan waktu itu Dewi Rangganis dan para inangnya sedang mandi. Karena terdorong oleh perasaan hatinya, Raja Mantri mengambil pakaian Dewi Rangganis. Karena kesal, Dewi Rangganis kemudian berkata, barang siapa menemukan bajunya, bila perempuan akan dijadikan saudara dan bila laki-laki akan dijadikan suami.

Kawasan Konservasi Sumber Daya Alam Pangandaran semula merupakan tempat perladangan penduduk. Tahun 1922, ketika Y. Eycken menjabat Residen Priangan, diusulkan menjadi Taman Buru. Pada waktu itu dilepaskan seekor Banteng, 3 ekor Sapi Betina dan beberapa ekor rusa. Karena memiliki keanekaragam satwa yang unik dan khas serta perlu dijaga habitat dan kelangsungan hidupnya maka pada tahun 1934, status kawasan tersebut diubah menjadi Suaka Margasatwa dengan luas 530 ha.

Tahun 1961, setelah ditemukan bunga Raflesia Fatma yang langka, statusnya diubah lagi menjadi Cagar Alam. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat akan tempat rekreasi, maka pada tahun 1978, sebagian kawasan tersebut (37,70 ha) dijadikan Taman Wisata. Pada tahun 1990 dikukuhkan kawasan perairan di sekitarnya sebagai Cagar Alam Laut (470 ha), sehingga luas seluruhnya menjadi 1.000 ha.
Dalam perkembangan selanjutnya, Kegiatan wisata yang dapat dilakukan di kawasan konservasi Pangandaran dan sekitarnya adalah: lintas alam, bersepeda, berenang, bersampan, scuba diving, snorking dan melihat peninggalan sejarah.

Cagar alam seluar ± 530 hektar, yang diantaranya termasuk wisata seluas 37,70 hektar. Memiliki berbagai flora dan fauna langka seperti Bunga Raflesia Padma, Banteng, Rusa dan berbagai jenis Kera. Selain itu, terdapat pula gua-gua alam dan gua buatan seperti: Gua Panggung, Gua Parat, Gua Sumur Mudal, Gua Lanang, gua Jepang serta sumber air Rengganis dan Pantai Pasir Putih dengan Taman Lautnya. Untuk Taman Wisata Alam (TWA) dikelola Perum Perhutani Ciamis

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger | Printable Coupons